saya ingin memulai menulis dari sesuatu yang sederhana, namun tak pernah tuntas. misalnya dengan menarasikan kegiatan yang terencana maupun tidak. ya, hanya sekedar menulis waktu dan tempat kejadian serta lead tulisan. ini tulisan yang sangat minim, karena tidak ada isi dan tujuan. baru label saja. obsesi saya hanya ingin menulis sejarahku sendiri dalam bentuk verbal. seringkali aku tumbang dalam beberapa paragraf. dan tidak bisa melanjutkan. atau terjatuh pada minimnya data-data lapangan. sehingga saking frustasinya hanya menulis puisi dan sajak-sajak. karena lebih mudah dan simlpe. but i wanna make it spirit to write everything.
kata bapak jhon Titelly (Rektor UKSW Salatiga) : "Kamu adalah apa yang kamu tulis" pesannya pada aktifis Muda yang hendak melakoni ujian tingkat doktor. ia yang bernama tedy kholiludin itu fokus pada kajian sosiologi agama, mereka mendiskusikan tema-tema terkait disertasi yang diangkat oleh mas tedy, yaitu Religious civil. sementara aku hanya rajin mendengar dan membuat quote didalam fikiran tentang kalimat-kalimat kunci. sampai sekarang hanya lima kalimat itu yang masih terngiang didalam fikiranku.
Lantas saya mengambil kesimpulan sekaligus sebagai spirit lain dari berbagai macam bentuk perjuangan. bahwa menulis adalah awal manusia menciptakan sejarahnya. tanpa tulisan sejarah tidak akan pernah lahir. tanda-tanda yang di wakili oleh kalimat dan kata-kata adalah petunjuk untuk mencapai suatu kebenaran sejarah, namun terkadang juga bisa disalahgunakan. ada yang memaknai menulis adalah sebagian dari jihad intelektual. ada pula yang berpendapat bahwa iman revolusi salah satunya dengan menulis. dunia tidak akan bermakna jika kita tidak ikut menumbangkan kata-kata terhadap dunia, dunia tidak pernah berjalan apabila para sejarawan berhenti untuk melepaskan pasukan dan pasokan kata tehadap sejarah umat manusia.
maka dari itu, menulislah! paling tidak untuk sejarahmu sendiri.
Bismillah
kata bapak jhon Titelly (Rektor UKSW Salatiga) : "Kamu adalah apa yang kamu tulis" pesannya pada aktifis Muda yang hendak melakoni ujian tingkat doktor. ia yang bernama tedy kholiludin itu fokus pada kajian sosiologi agama, mereka mendiskusikan tema-tema terkait disertasi yang diangkat oleh mas tedy, yaitu Religious civil. sementara aku hanya rajin mendengar dan membuat quote didalam fikiran tentang kalimat-kalimat kunci. sampai sekarang hanya lima kalimat itu yang masih terngiang didalam fikiranku.
Lantas saya mengambil kesimpulan sekaligus sebagai spirit lain dari berbagai macam bentuk perjuangan. bahwa menulis adalah awal manusia menciptakan sejarahnya. tanpa tulisan sejarah tidak akan pernah lahir. tanda-tanda yang di wakili oleh kalimat dan kata-kata adalah petunjuk untuk mencapai suatu kebenaran sejarah, namun terkadang juga bisa disalahgunakan. ada yang memaknai menulis adalah sebagian dari jihad intelektual. ada pula yang berpendapat bahwa iman revolusi salah satunya dengan menulis. dunia tidak akan bermakna jika kita tidak ikut menumbangkan kata-kata terhadap dunia, dunia tidak pernah berjalan apabila para sejarawan berhenti untuk melepaskan pasukan dan pasokan kata tehadap sejarah umat manusia.
maka dari itu, menulislah! paling tidak untuk sejarahmu sendiri.
Bismillah






0 komentar:
Posting Komentar