perihal usul yang tidak pernah melupakan asal
kala skala menunjukan omega
yang tak bisa dianalisa mata
jutaan rasi semesta yang tak pernah manunggal
putuskan mata rantai pada setiap jengkal
jika kalian coba hancurkan, tangan kami tak segan mengepal
untuk setiap nyawa yang tak bisa dibayar rupa
karena setiap nadi berdenyut tanpa dipaksa
tanpa kuasa tanpa pendoa
tanpa mangkubumi tanpa kawula
tanpa titah tanpa tatih
kenakan destar dikepala patih
karena semua serupa tanpa kasta
siap merobek traktat yang ditulis J.G. Starke
serupa manifesto yang dipasarkan dimini market
lebih cepat dari refleksi seranograf yang mengabadikan setiap kilat
dan kami menginterdiksi tirai besi ala stallin
persis setiap paragraf yang ditulis charles darwin
kami berangkat dengan niat yang tak pernah tamat
serupa Mao Zedong yang tersungkur kala skakmat
ribuan resonansi parau yang melaknat dengan khidmat
menolak setiap titah yang memaksa taat
karena lebih baik kami mati melawan dari pada hidup dibawah perbudakan
ketika fasis coba kalian modernkan lewat pol pot yang menanam terali pada setiap plot
serupa despot yang ingin membangun korporasi produk knalpot
menyaingi gemuruh Badai Sandy dengan deru mesin Rudolf Diesel
melafalkan the black codes lewat cerobong asap yang dibakar oleh centana
hingga langit penuh jelaga yang menurunkan hujan penjara
membasahi setiap sudut kota dengan intel berseragam pramuka
intimidasi wabah fenol untuk mereka yang berikat kepala
melemparkan bukti pembenaran serupa jetsam kala angin ribut
persis tabela yang dihanyutkan ditengah laut
dengan rumus yang lebih sulit dari membaca oberon
aku mengajak kalian menentang tiran yg ingin membukukan undang-undang
dengan pandom yang dicatat Soe Hok Gie
yg setiap kata akan lebih tajam dari pedang tachi
kita akan meneriakan tapal kuda yang tersemat disetiap denyut nadi
dengan kosmos sebagai poros
titik temu Hephaestus, Poseidon dan Dionisos
kita akan menghancurkan kastil dipulau lemnos
dan merdeka adalah holofrasis yang akan ditulis dengan holograf pada epitaf nisan zionis
maka dengan nazar yang terucap kala perang badar
dan setiap mimpi yang tayang dibawah alam sadar
jadah kami patuhi berhala yang diukir azar
menunggu reruntuhan guantamo selepas fajar
pasca api majusi yang berhenti berkobar
serupa Ishikawa yang mulai belajar membaca
serupa keberanian mandela memperkenalkan afrika
jauh sebelum kolumbus menemukan amerika
dunia tidak pernah merestui penjajahan ditanahnya
karena seriap individu menggenggam Katyusha yang siap dilontarkan pada pilar andromeda
siap menyalakan korek untuk membakar sumbu sijagur dikota tua
dan aku bersumpah atas nama raja dan hamba
jika perbudakan kembali merajalela, jangan paksa aku memadamkan bara api dunia ketiga
09 november 2014 21:15 (Sisa Asap)






0 komentar:
Posting Komentar