Cari Blog Ini

Senin, 24 Juni 2013

Mahasiswa dan Gerakan Kudeta

Oleh: Bayu Ren Warin

                “Perubahan bukanlah makanan yang siap saji seperti  KFC, Mc Donnald  dan label-label yang sejenis, tapi perubahan adalah suatu kehendak bersama yang di racik dari setiap gagasan tentang proyeksi Perubahan itu sendiri. Dia mewakili suara-suara yang tertekan, melantangkan kegelisahan dan menghancurkan struktur kuasa di atasnya. Ia digerakkan, Mula-mula satu berkawand dengan satu, yang satu itu kemudian bergandengan dengan satu yang lain, satu yang lain lantas berteriak dengan mengepal kepada yang satu berjumlah banyak, yang satu berjumlah banyak itu lalu menggandakan diri mereka dalam akselerasi organis sehingga menyatu dalam kekuatan yang giganti. Perubahan  beruntun ini dinamakan Revolusi, dan dentuman yang keras ini dinamakan Revolusi, kekacauan yang memiliki konsepsi ini dinamai Revolsi, Pembongkaran kekuasaan ini yang di sebut-sebut sebagai Revolusi. Higga pada keyakinan total, bahwa Perubahan itu tak lain tak bukan adalah Revolusi. Jika ada yang mirip dengan itu maka ia hanyalah malaikat yang tersesat”
                Satu setengah dekade yang lalu, tepatnya tahun 1998 mahasiswa meyelenggarakan  demonstrasi besar-besaran di berbagai pusat pemerintahan. Menuntut agar president  suharto turun dari kepresidenan. Karena telah melakukan praktik kekuasaan, menciptakan instabilitas nasional seperti; kelumpuhan ekonomi dan Hutang luar negeri yang semakin tinggi. Selain itu, pada sektor politik sangat di pengaruhi oleh kebijakan personal penguasa dengan corak pemerintahan yang otoritarian birokratik. Sehingga lembaga-lembaga pemerintahan di struktur rentan sekali dengan kepentingan-kepentingan elite. Apalagi di barengi dengan kebangkrutan budaya politik berupa Maraknya Korupsi, kolusi maupun nepotisme di tubuh pemerintahan. Seperti yang pernah di terbitkan oleh ICW. Keadaan yang demikian memunculkan mosi tidak percaya terhadap penguasa, Puncaknya soeharto mengundurkan diri dari jabatan karena desakan mahasiswa. Dan mulai saat itu perubahan ini sering disebut dengan istilah Reformasi sampai sekarang.

                Banyak pro dan kontra tentang gejala perubahan ini, diantaranya adalah actor utama yang melakoni drama sejarah dan para aktor tambahan yang mendadak menjadi aktor utama. Kenapa demikian?mula-mula gerakan reformasi telah di bangun melalu letupan-letupan kecil di berbagai kampus. Dimana setiap mahasiswa me-Rekayasa ulang tentang konsepsi Negara dan social, pada saat yang demikian pemerintah yang memiliki legitimasi aktif untuk mengatur segala system kenegaraan mendominisir kebijakan. Disini celah yang menjadi pintu analisis mahasiswa.  Bahwa perlu adanya deregulasi berkenaan dengan struktur pemerintah. Komposisi yang terdiri dari ABRI, Birokrasi dan Para Politisi di sayap pemerintah tercium baunya di publik. hubungan mesra itu kemudian di ceraikan oleh agenda mahasiswa yang di sebut dengan Kudeta 98.

1 komentar: